Kesalahan Fatal Yang Sering Dilakukan Trader TICKMILL Pemula

Dalam bertransaksi, ada banyak kesalahan trading yang menyebabkan para trader pemula di TICKMILL sering mengalami loss, hal tersebut bisa terjadi karena faktor kelalaian, karena belum terlalu memahami apa yang mereka lakukan dengan baik ataupun karena faktor kelalaian, dan mungkin bisa jadi karena mereka masih tergolong baru alias belum berpengalaman dalam bidang yang mereka geluti. Lebih parah pagi, seringkali trader pemula tak paham apa yang keliru, sehingga loss bisa terjadi berulang-ulang karena sebab yang sama. Namun, kalau bisa mengenali dan kemudian menghindarinya, itu berarti kualitas trading meningkat.

Beberapa dari kalangan trader berpendapat bahwa dalam trading forex "Loss adalah sebuah kepastian dan Profit adalah sebuah kemungkinan". Pendapat ini memberikan kesimpulan yaitu betapa sulitnya mendapatkan profit secara konsisten dan begitu mudahnya mengalami loss dalam trading forex. Loss dalam trading forex adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari oleh semua kalangan trader forex, terutama oleh pemula dalam trading forex. Baca juga pengalaman trader forex lainnya Tidak Ada Salahnya Belajar Forex Sendiri, Tapi…
Lalu apa yang menyebabkan seorang trader forex selalu mengalami loss?



Kesalahan trader forex Tickmill pemula


Pada artikel kali ini kita akan melihat 5 kesalahan trading yang menyebabkan para trader pemula TICKMILL sering mengalami loss dan akhirnya merasa jera dan kapok mencobanya lagi.


 1. Niat ingin menjadi cepat kaya

Niat untuk menjadi seorang trader yang sukses dalam forex merupakan motivasi yang baik bagi seorang pemula dalam trading forex. Namun jika niat melakukan trading forex didasari oleh keinginan menjadi cepat kaya, maka akan berdampak pada psikologinya. Niat ingin menjadi cepat kaya akan mendorong seorang trader untuk melakukan banyak transaksi (open posisi), dan dapat menimbulkan keserakahan dalam dirinya.

2. Berspekulasi (trading = judi)

Pada awalnya ada banyak sekali trader yang terlalu berani mengambil resiko lebih daripada seharusnya. Mungkin karena terlalu mendalami prinsip “high risk high return”, namun malangnya hal tersebut tidak didasarkan kepada hasil analisa dan perhitungan, melainkan insting dan feeling semata.

Mengingat trading adalah sebuah bisnis , anda tentunya tidak bisa berharap pada keberuntungan. Sekali lagi trading tidaklah sama dengan judi. Jika anda hanya bertaruh dengan menggantungkan nasib anda pada keberuntungan, percayalah bisnis ini hanya akan menelan seluruh modal yang anda miliki.
Berspekulasi adalah hal pertama yang sering timbul di pemikiran trader pemula dengan harapan bisa menghasilkan uang banyak dalam waktu yang singkat. Dan untuk itu pula mereka sering kali kehilangan seluruh modal yang mereka miliki.

3. Trading Terlalu Sering (Overtrading)
Trader pemula kadang terlalu bersemangat hingga dalam sehari buka selusin atau dua lusin trading sekaligus. Ini berpotensi bencana. Sebaiknya jangan membuka terlalu banyak posisi trading dalam waktu yang sama. Korelasi antar mata uang bisa membuat sebagian diantaranya berkonflik sendiri satu sama lain, sehingga loss pun dipastikan terjadi. Batasi hanya dalam jumlah yang bisa dihitung dengan sebelah tangan saja. Dengan begitu, pengawasan pun bisa lebih ringan.

4. Trading Dengan Leverage Terlalu Tinggi

Leverage membantu trader pemula dengan modal recehan untuk bertrading seolah-olah sudah jadi jutawan. Karenanya, seringkali trader memutuskan begini: daripada keluar modal 100 dolar dan trading pakai leverage 1:100, lebih baik keluar modal 10 dolar dan trading pakai leverage 1:1000. Toh kekuatan buy dan sell-nya sama.

Itu adalah pandangan keliru besar. Walaupun ada leverage, “kekuatan” trader sesungguhnya tetaplah pada modal asal. Kenapa? karena ada syarat margin. Kalau margin tidak cukup, maka posisi akan langsung ditutup broker meski dalam kondisi loss. Sedangkan kalau margin mencukupi, maka trading pun lebih nyaman. Margin ini sendiri asalnya dari modal Anda.

5. Selalu berganti-ganti Indikator dan strategi trading

Kebiasaan yang sangat buruk yang sering dilakukan oleh seorang trader adalah selalu berganti-ganti indikator atau strategi tradingnya. Hal tersebut akan mengakibatkan trader tersebut kehilangan kesempatan untuk mendapatkan signal enrty terbaik. Kesibukan dalam mencari indikator yang sempurna dan strategi trading yang 100% profit, akan membuat seorang trader tidak bisa mengembangkan kemampuannya dalam melakukan analisa. Padahal jika kita gonta-ganti cara trading / strategi trading itu sama saja dengan menguji coba cara trading pada modal. Namanya saja uji coba maka hasilnya belum tentu bagus.

Kalo mau uji coba itu di akun demo.
Libur saja dulu trading real nya, jangan gatel pengen trading. Test strategi ini, strategi itu di akun demo. Tidak apa2 tradingnya libur dulu seminggu, hal ini lebih baik daripada trading buat kejar setoran..


4 stars - based on 21 reviews
Previous Post
Next Post

post written by:

0 comments: